“Sadarkah Anda dalam 40 tahun (1966-2007) kita mengalami 100.000% persen inflasi , dan nilai rupiah Anda tinggal 1/1000-nya? Ingin bebas dari gerogotan inflasi dan cipratan riba yang haram ini? Gunakan mata uang Dinar Emas dan Dirham Perak sekarang juga! Dinar adalah koin emas 22 karat, 4.25 gram,, dan Dirham adalah koin perak murni 3 gram. Keduanya mata uang yang sangat stabil, inflasi 0%. Dinar dan Dirham bermanfaat untuk: 1. Tabungan, investasi jangka menengah dan jangka panjang; 2. Membayar zakat harta agar sesuai syariah; 3. Mahar (sedekah dan hadiah); 4. Alat tukar atau mata uang.”
(Wakala Al Wakif; iklan di cover belakang majalah Tawadu)
Gw jadi inget waktu itu gw nonton dialog di salah satu stasiun TV swasta. Waktu itu lagi membahas tentang ekonomi Indonesia,,pas baru2 aja krisis dunia. Waktu itu yg jadi pembicaranya Antonio Safi’i (pakar ekonomi Islam). Disitu dia membahas tentang mata uang Dinar.Kurang lebih dialognya seperti ini.
“Dahulu di zaman Rasulullah, nilai 1 Dinar digunakan untuk membeli seekor kambing untuk kurban. Sekarang pun harga seekor kambing senilai 1 Dinar. Coba bayangkan selama kurang lebih 14 abad nilai Dinar tidak berubah, tidak mengalami inflasi. Bandingkan dengan mata uang lain, terutama Rupiah”
Iya banget tuh. Gw inget sekitar taun 2000 berapa gitu,,harga kambing kurban 600rb. Lah sekarang? udah 1 juta lebih. Sedangkan dengan menggunakan nilai Dinar, dari 14 abad yang lalu harganya tetap.
“Langkah yang bisa digunakan untuk memperbaiki ekonomi Indonesia diantaranya dengan 1. Mengganti mata uang Rupiah menjadi Dinar dan Dirham; 2. Membuat mata uang baru dengan beberapa negara Asia lainya, seperti mata uang Euro negara-negara Eropa; 3. Pembayaran Ekspor menggunakan mata uang Rupiah, jangan menggunakan Dollar.”
Seinget gw gitu.
1. Dengan mengganti mata uang Rupiah menjadi Dinar Dirham, ekonomi Indonesia akan menjadi stabil.
2. Dengan membuat mata uang baru, kaya Euro, memudahkan kita dalam ekspor impor barang dengan negara-negara Asia. Sehingga barang-barang bisa menjadi murah dan stabil karena tidak perlu bayar pajak apapun setiap barang tersebut keluar-masuk negara sesamanya.
3. Karena kalo Dollar,, untuk mengkonversikannya ke Rupiah, pasti berkurang nilainya. Rugi donk kita? Pendapatan yang harus kita terima jadi berkurang.
Lalu si moderator bertanya, “kalau memang kita akan mengadakan kebijakan seperti mengganti mata uang Rupiah dengan Dinar Dirham atau membuat mata uang baru dengan negara-negara Asia,, berarti akan mengeluarkan biaya yang sangat mahal sekali?”
“Ya sangat mahal sekali. Tapi kedepannya akan menguntungkan. Saya lebih memilih langkah tersebut. Saya tidak ingin nanti anak-cucu saya menanggung beban nilai tukar rupiah yang semakin menurun. Sudah kerja keras tapi seperti tidak mendapat hasil.”
Iya yah,,kalo rupiah terus mengalami inflasi,, tahun 2000 sekian uang 1000rupiah dapet apaan ya?cuma dapet 1 permen kali…
Oh iya nanti saya link. Maaf ya saya baru balas di hape jadi belum sempat baca isi blognya.
filuth udah gw link
ada tugas dari gw. dikerjain ya
betul! emas gak akan merosot nilainya!
Dulu dunia make mata uang emas itu
Terus uang yang sekarang dipake apa ada jaminannya? apa cuma kertas doang tak berjaminan?